A. Hukum Islam
Menurut saya hokum islam merupaka keseluruhan ketentuan-ketentuan perintah Allah yang wajib diturut atau ditaati oleh seorang muslim. Lingkup hukum Islam bukan hanya mengatur permasalahan ritual yang spiritual, tetapi juga mengatur permasalahan tatanan kehidupan manusia baik untuk kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat serta bangsa dan negara dalam berbagai konteks termasuk hubungan dengan antarnegara.
Dalam hukum Islam dikenal Ada lima ketentuan hukum dalam mengatur perbuatan manusia yaitu: wajib, sunnat, jaiz, makruh dan haram. Wajib merupakan perintah yang harus dilaksanakan dan jika tidak di laksanakan akan mendapatkan dosa. Sunnat merupakan perbuatan yang jika dilakukan mendapatkan pahala, tetapi jika tidak dilakukan tidak mendapatkan dosa. Jaiz merupakan perbuatan yang apabila dilaksanakan tidak berpahala dan apabila ditinggal tidak mendapatkan dosa. Makruh merupakan perbuatan yang terlarang, jika ditinggalkan akan mendapatkan pahala, namun jika dilakukan tidak mendapat dosa.
Sumber-sumber hokum islam adalah Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ Shahabat dan Qiyas (yang mempunyai persamaan illat syar’i). Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan melalui perantaraan malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW dengan menggunakan bahasa Arab dalam hal pengakuannya sebagai rasul dan agar dijadikan sebagai pedoman hukum bagi seluruh ummat manusia, di samping merupakan amal ibadah bagi yang membacanya. Sunnah adalah perkataan, perbuatan dan taqrir (ketetapan/persetujuan/diamnya) Rasulullah saw terhadap sesuatu hal atau perbuatan seorang shahabat yang diketahuinya. Sunnah merupakan sumber syariat Islam yang nilai kebenarannya sama dengan Al-Qur’an karena sebenarnya Sunnah juga berasal dari wahyu. As-sunnah memiliki fungsi terhadap Al-qur’an. Fungsi AS-sunnah terhadap Al-qur’an adalah:
1. Menguraikan keumuman Al-Qur’an
2. Pengkhususan keumuman Al-qur’an
3. Pensyaratan terhadap ayat Al-qur’an yang mutlak
4. Pelengkap keterangan sebagiam dari hokum-hukum
5. Sunnah menetapkan hokum-hukum baru yang tidak terdapat dalam Al-qur’an
Kata Ijma’ menurut bahasa bisa berarti tekad yang konsisten tehadap sesuatu atau kesepakatan suatu kelompok terhadap suatu perkara. Sedangkan menurut para ulama ushul fiqh, Ijma’ adalah kesepakatan terhadap suatu hukum bahwa hal itu merupakan hukum syara’. Alasan ijma’ dapat dijadikan sumber hokum adalah dari segi mungkin tidaknya ‘seluruh orang yang berijma’ berkumpul, saling mengetahui ijma’ dan dapat mengkoreksi bila diketahui kesalahannya, maka hal ini hanya mungkin terjadi pada masa shahabat, tidak pada masa selain mereka. pengertian Qiyas Menurut para ulama ushul, qiyas berarti menyamakan suatu kejadian yang tidak ada nashnya dengan suatu kejadian yang sudah ada nash/hukumnya, karena disebabkan adanya kesamaan dua kejadian itu dalam illat (sebab) hukumnya. Alasan Qiyas dijadikan sumber hokum adalah Qiyas digunakan sebagai sumber dalil syar’i karena dalam qiyas yang menjadi dasar pengambilan hukum adalah nash-nash syar’i yang memiliki kesamaan illat. Sebagaimana diketahui bahwa yang menjadi dasar keberadaan hukum adalah illatnya, maka apabila ada kesamaan illat antara suatu masalah baru dengan masalah yang sudah ada hukumnya, maka hukum masalah yang baru tersebut menjadi sama.
B. Syari’ah
Kata sayri’ah brasal dari kata bahasa arab yang artinya al-syari’ah yang berarti “jalan menuju sumber air” atau jalan yang harus di ikuti. Pengertian syari’ah adalah semua yang disyari’atkan Allah untuk kaum muslimin baik melalui Al-Qur’an ataupun melalui Sunnah Rasul. Syari’ah itu adalah hukum-hukum yang disyari’atkan Allah bagi hamba-hamba Nya (manusia) yang dibawa oleh para Nabi. Syariah meliputi 2 bagian utama :
1. Ibadah ( dalam arti khusus), yang membahas hubungan manusia dengan Allah (vertikal). Tatacara dan syarat-rukunya terinci dalam Quran dan Sunah. Misalnya : salat, zakat, puasa
2. Mu’amalah, yang membahas hubungan horisontal (manusia dan lingkungannya). Dalam hal ini aturan-aturannya lebih bersifat garis besar. Misalnya dagang, bernegara, dll.

C. Fiqih
Kata fiqih berasal dari bahasa Arab yang berarti “Al-fiqh” yang berti pemahaman atau pengetahuan tentang sesuatu. Secara terminology fiqih merupakan ilmu tentang hokum-hukum syara’ yang bersifat amaliyah yang digali dari dalil-dalil yang terperinci (praktis).
Perbedaan syari’ah dan fiqih adalah :
Syariah
• Berasal dari Al-Qur’an dan As-sunah
• Bersifat fundamental
• Hukumnta bersifat tidak berubah
• Hukum Syariatnya hanya Satu (Universal)
• Langsung dari Allah yang kini terdapat dalam Al-Qur’an
Fiqih
• Karya Manusia yang bisa Berubah
• Bersifat Fundamental
• Hukumnya dapat berubah
• Banyak berbagai ragam
• Bersal dari Ijtihad para ahli hukum sebagai hasil pemahaman manusia yang dirumuskan oleh Mujtahid

About anindiia

studied at UNY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s